
Eco-Tourism: Berlibur Asyik Tanpa Merusak Pelosok Bumi
Pahami konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable travel) sebagai wujud tanggung jawab pada alam.
Mira Santika
Waktu baca: 7 menit
Perubahan iklim dan over-tourism (pariwisata berlebihan) adalah ancaman nyata bagi destinasi-destinasi indah di seluruh dunia. Seiring munculnya kesadaran, konsep Eco-Tourism (Pariwisata Berkelanjutan) perlahan melesat menjadi gaya hidup para pejalan.
Eco-tourism berfokus pada dua hal: meminimalisir jejak karbon dan memberikan dampak ekonomi yang positif secara eksklusif kepada komunitas lokas (bukan korporasi asing raksasa). Anda akan dituntut untuk lebih bijak dalam menentukan akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
Mulailah dengan hal sederhana: bawalah botol minum yang bisa dipakai ulang (tumbler), tas belanja kain, dan peralatan makan sendiri untuk menekan sampah plastik sekali pakai di tempat liburan. Pantai dan lautan akan sangat berterima kasih.
Alih-alih menginap di jaringan hotel internasional berbintang lima, cobalah homestay atau guesthouse milik penduduk desa sekitar. Beli buah-buahan dan cenderamata di pasar tradisional. Hal ini menjaga perputaran rantai ekonomi di pihak masyarakat lokal.
Saat melakukan snorkeling atau diving, perhatikan jarak sirip (fins) Anda dari terumbu karang. Satu hentakan keras bisa merusak karang yang butuh ratusan tahun untuk tumbuh. Hindari atraksi yang mengeksploitasi hewan liar (seperti menunggang gajah atau sirkus harimau). Liburan haruslah menyenangkan, begitu pula dampaknya bagi bumi.
Suka artikel ini? Bagikan ke teman-temanmu!


