
Panduan Jenis Ramen: Temukan Favoritmu di Jepang
Shoyu, Shio, Miso, atau Tonkotsu? Kenali profil rasa mangkuk ramen sebelum terbang ke negeri Sakura.
Kenji Tanaka
Waktu baca: 7 menit
Ramen lebih dari sekadar hidangan mie instan; di Jepang, ramen adalah karya seni kuliner regional yang punya aturan dan rahasia kaldu masing-masing. Berbeda kota, berbeda pula racikan ramennya.
Tonkotsu Ramen (Fukuoka/Hakata) adalah favorit pecinta rasa gurih dan kental. Kaldunya dididihkan dari tulang babi (atau varian halal yang menggunakan ayam/sapi pekat) selama berjam-jam hingga menghasilkan tekstur "creamy" berwarna putih susu. Mie yang digunakan umumnya sangat tipis dan lurus.
Shoyu Ramen (Tokyo) memiliki aroma kecap asin khas Jepang (shoyu). Warnanya jernih kecokelatan dengan kaldu dasar ayam atau sayuran. Rasanya ringan, gurih, bernuansa klasik, dan disajikan dengan mie tebal bergelombang.
Miso Ramen (Hokkaido/Sapporo) sangat cocok menembus dinginnya udara utara. Menggunakan pasta kedelai fermentasi (miso), kaldu ini padat, manis-gurih, dan sering kali ditambah topping jagung manis serta mentega leleh.
Shio Ramen memiliki karakter paling elegan karena dibumbui dengan garam laut pilihan. Rasa kaldu aslinya sangat murni dan ringan.
Saat berkunjung ke restoran ramen lokal, Anda sering memesan menggunakan mesin tiket (vending machine). Jangan ragu untuk menyeruput mie dengan suara kencang (slurping), karena di Jepang itu adalah tanda bahwa Anda sangat menikmati hidangan tersebut.
Suka artikel ini? Bagikan ke teman-temanmu!


